Jumat Keliling, Kapolres Pringsewu Ajak Warga Cegah Perundungan

  • Whatsapp

Pringsewu – Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra menyoroti masih terjadinya kasus perundungan atau bullying di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Pringsewu. Dia mengajak para remaja, orang tua, pihak sekolah, dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama mencegah perundungan yang dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis maupun masa depan korban.

Pesan tersebut disampaikan Dadi saat melaksanakan kegiatan Sholat Jumat Keliling di Masjid Baiturrahman, Pekon Sidoharjo, Kabupaten Pringsewu, Jumat (23/10/2026). Kegiatan itu dilanjutkan dengan dialog bersama warga, termasuk membahas pentingnya menjaga kerukunan menjelang Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam dialog tersebut, Kapolres menekankan bahwa perundungan bukan persoalan sepele. Tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, mengintimidasi, hingga melakukan kekerasan terhadap orang lain dapat meninggalkan dampak serius, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan perhatian bersama, terlebih kasus perundungan masih menjadi persoalan di berbagai daerah. Di Pringsewu sendiri, sejumlah kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi.

“Perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa atau sekadar candaan. Kita harus memiliki kepedulian apabila melihat ada anak atau remaja yang menjadi korban bullying. Saya mengajak para remaja untuk saling menghormati, para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya, serta seluruh elemen masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya perundungan,” ujar Dadi.

Kapolres Minta Orang Tua Lebih Peduli

Dadi mengatakan, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah perilaku perundungan sejak dini. Orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka dengan anak agar mereka merasa nyaman menceritakan persoalan yang dihadapi, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Dia juga mengingatkan pentingnya memberikan pendidikan karakter kepada anak, termasuk menanamkan empati, menghargai perbedaan, serta membiasakan perilaku saling menghormati.

Di lingkungan pendidikan, pihak sekolah dan para guru diharapkan tidak mengabaikan indikasi perundungan, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial.

“Anak-anak perlu dibimbing agar memahami bahwa setiap orang memiliki hak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik. Jika menemukan tindakan perundungan, jangan diam. Berikan dukungan kepada korban dan sampaikan kepada orang tua, guru, atau pihak terkait agar dapat ditangani dengan tepat,” katanya.

Kapolres juga mengajak para remaja agar tidak ikut-ikutan melakukan perundungan hanya demi mendapatkan pengakuan dari kelompok pertemanan. Menurutnya, keberanian untuk menolak tindakan yang merugikan orang lain merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab.

Selain perundungan secara langsung, masyarakat juga diminta mewaspadai cyberbullying atau perundungan melalui media digital, seperti menghina, mempermalukan, menyebarkan konten pribadi, maupun menyerang seseorang melalui media sosial.

Jaga Persatuan Jelang Pilkakon 2026

Selain menyoroti persoalan perundungan, Kapolres mengajak masyarakat menjaga kerukunan menjelang Pilkakon serentak 2026. Dia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan munculnya perselisihan yang dapat merusak hubungan persaudaraan.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga komunikasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Menjelang Pilkakon serentak 2026, saya mengajak masyarakat Pringsewu untuk tetap menjaga kerukunan dan persatuan. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai memecah belah masyarakat. Mari kita ciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memicu konflik, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Dia berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur pekon, dan generasi muda dapat berperan aktif menjaga suasana yang sejuk serta memperkuat persaudaraan di lingkungan masing-masing.

Perkenalkan Diri sebagai Kapolres Baru

Dalam kesempatan tersebut, Dadi juga memperkenalkan diri sebagai Kapolres Pringsewu yang baru. Dia memohon doa dan dukungan masyarakat agar dapat menjalankan amanah dengan baik selama bertugas di Kabupaten Pringsewu.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat membutuhkan sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Pringsewu agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan kelancaran dalam mengemban amanah ini. Saya berharap dapat menjalankan tugas dengan baik, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta bersama-sama menjaga Pringsewu tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak segan menyampaikan saran, masukan, maupun informasi yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Sujadi Sadat Sambut Kapolres Pringsewu

Mantan Bupati Pringsewu Sujadi Sadat yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan ucapan selamat datang kepada AKBP Dadi Perdana Putra sebagai Kapolres Pringsewu.

Sujadi diketahui menjabat sebagai Bupati Pringsewu selama dua periode, yakni 2011–2016 dan 2017–2022. Dia berharap Kapolres yang baru dapat menjalankan tugas dengan lancar serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak AKBP Dadi Perdana Putra di Kabupaten Pringsewu. Semoga beliau diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Kami berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat demi menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di Pringsewu,” ujar Sujadi.

Dia juga berharap seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan terhadap upaya menjaga kerukunan serta memperhatikan persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, termasuk pentingnya mencegah perundungan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri takmir Masjid Baiturrahman dan para jemaah. Melalui Sholat Jumat Keliling dan dialog bersama warga, Kapolres berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat, sehingga berbagai persoalan sosial dapat dicegah dan ditangani melalui kerja sama seluruh pihak.(*)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *