PRINGSEWU – Hari terakhir kampanye Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Serentak 2026 menjadi salah satu tahapan penting yang mendapat perhatian serius Polres Pringsewu. Sebanyak 156 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan kegiatan kampanye para calon kepala pekon yang berlangsung di 59 pekon di Kabupaten Pringsewu.
Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kampanye berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang memasuki masa tenang pada 24–26 Oktober 2026. Adapun puncak pesta demokrasi tingkat pekon tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
Personel kepolisian disiagakan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan di lokasi kegiatan kampanye. Dalam pelaksanaannya, Polres Pringsewu juga bersinergi dengan unsur terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan panitia pekon, guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kasi Humas Polres Pringsewu, AKP Sudirman, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mengawal setiap tahapan Pilkakon agar berlangsung aman dan damai.
“Pada hari terakhir masa kampanye ini, kami menerjunkan 156 personel untuk melakukan pengamanan di 59 pekon yang menyelenggarakan Pilkakon. Kami ingin memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib dan situasi kamtibmas tetap kondusif hingga memasuki masa tenang dan hari pemungutan suara,” ujar Sudirman pada Jumat (23/10/2026).
Ia menegaskan, pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran kegiatan kampanye, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gesekan antarpendukung calon maupun gangguan keamanan lainnya.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan atau merusak kerukunan yang telah terjalin di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh calon, tim pemenangan, dan masyarakat agar bersama-sama menjaga suasana tetap sejuk. Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan, hubungan persaudaraan menjadi rusak. Siapa pun calon yang didukung, keamanan dan kerukunan masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Memasuki masa tenang pada 24–26 Oktober 2026, masyarakat juga diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif serta menghormati ketentuan yang berlaku. Seluruh pihak diminta tidak melakukan aktivitas kampanye selama masa tenang dan menghindari penyebaran informasi yang berpotensi memicu provokasi maupun konflik.
Polres Pringsewu turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya, baik yang beredar secara langsung maupun melalui media sosial. Apabila menemukan hal yang berpotensi mengganggu keamanan, warga diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat setempat.
Pengamanan akan terus menjadi perhatian menjelang hari pemungutan suara pada 27 Oktober 2026. Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kelancaran pesta demokrasi tersebut, sehingga proses pemilihan dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
“Pilkakon ini merupakan pesta demokrasi masyarakat. Mari kita sukseskan bersama dengan tetap mengedepankan persatuan dan kedamaian. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita terpecah, karena setelah pemilihan selesai, kita semua tetap hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar,” pungkasnya.
Dengan dukungan seluruh pihak, Polres Pringsewu berharap pelaksanaan Pilkakon Serentak 2026 di 59 pekon dapat berjalan lancar, mulai dari berakhirnya masa kampanye, masa tenang, hingga pelaksanaan pemungutan suara.(*)






