PRINGSEWU – Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya dengan penindakan terhadap pelanggaran. Kesadaran dan kepatuhan harus ditanamkan sejak dini serta disampaikan secara berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat. Semangat inilah yang terus digaungkan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Patuh Polres Pringsewu melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi di sejumlah lokasi, pada Selaras (3/11/2026)
Upaya tersebut dilakukan dengan menyasar berbagai kalangan, mulai dari pengguna jalan, pelajar sekolah dasar, anak-anak usia dini, hingga masyarakat luas melalui siaran radio.
Di jalan-jalan protokol, personel Satgas Operasi Patuh turun langsung menyapa para pengguna jalan sekaligus membagikan pamflet berisi imbauan keselamatan berlalu lintas. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi rambu-rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Edukasi juga menyasar lingkungan pendidikan. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di SDN 1 Podomoro dengan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya mengenal aturan dan tata tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.
Tak hanya itu, pendekatan edukatif juga dilakukan kepada anak-anak TK Mutiara Hati Gadingrejo. Melalui penyampaian materi dengan bahasa sederhana dan cara yang menyenangkan, anak-anak diperkenalkan dengan dasar-dasar keselamatan di jalan raya, termasuk pentingnya mengenali rambu lalu lintas dan berhati-hati saat berada di jalan.
Untuk memperluas jangkauan pesan keselamatan, Satgas Operasi Patuh Polres Pringsewu juga memanfaatkan media elektronik melalui siaran Radio Saba Putra 98,5 FM. Melalui sarana tersebut, pesan-pesan tertib berlalu lintas disampaikan kepada masyarakat agar edukasi keselamatan dapat menjangkau pendengar dari berbagai kalangan dan wilayah.
Kasi Humas Polres Pringsewu AKP Sudirman mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Pringsewu dalam menyukseskan Operasi Patuh sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Menurutnya, Operasi Patuh tidak semata-mata berorientasi pada penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali berada di jalan raya, bukan hanya karena takut terhadap sanksi atau penindakan petugas,” ujar AKP Sudirman dalam keteranganya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra..
Ia menambahkan, edukasi sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting untuk membentuk karakter dan kebiasaan positif dalam berlalu lintas. Anak-anak diharapkan dapat memahami aturan keselamatan sejak dini, sehingga nilai-nilai disiplin tersebut dapat terbawa hingga dewasa.
Selain itu, keterlibatan berbagai media, termasuk radio, diharapkan mampu memperluas jangkauan sosialisasi sehingga pesan keselamatan tidak hanya diterima oleh pengguna jalan secara langsung, tetapi juga masyarakat yang tidak dapat dijangkau melalui kegiatan tatap muka.
Polres Pringsewu mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh dengan meningkatkan disiplin berkendara, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, tidak melawan arus, serta selalu mematuhi rambu dan marka jalan.
Melalui berbagai pendekatan tersebut, diharapkan Operasi Patuh dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Pringsewu.
Karena pada akhirnya, tujuan utama tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari pelanggaran, melainkan melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.(*)






